Biasanya, akhir tahun itu identik dengan dua hal: diskon e-commerce dan resolusi yang ditulis pakai hati, tapi dilaksanakan pakai angin-anginan. Namun bagi para pengembang properti, Desember bukan bulan untuk melamun. Ini saatnya evaluasi, ngopi, dan ngelapor ke diri sendiri: “Brader… 2025 kamu ngapain aja sih?”
HIPNU (Himpunan Pengembang Nusantara) paham betul keresahan itu. Makanya mereka bikin KOPDAR & Business Matching Akhir Tahun: Kompas Properti 2026. Tempat para pengembang berkumpul bukan buat pamer seragam, tapi buat mencari arah baru—atau minimal, cari semangat baru.
“2025 Itu Kayak Jalan Berlubang. Bisa Lewat, Tapi Harus Pegangan Erat.”
Saat kami tanya gimana evaluasi pasar 2025, Daeng langsung ketawa kecil.
Bukan ketawa senang, tapi ketawa yang aromanya kayak, “Ya gimana lagi Brader…”
“Menurut saya, 2025 itu anomali,” ujarnya.
“Bahkan rumah subsidi—yang biasanya paling stabil—aja penyerapannya turun. Artinya, bukan cuma pengembang yang megap-megap, end user juga lagi jaga napas.”
Kalimatnya to the point, tapi bukan keluhan. Lebih kayak dokter yang bilang, “Iya, kamu demam, tapi masih bisa sembuh.”
“Makanya 2026 Ini Butuh Kompas. Kompas Strategi.”
HIPNU kemudian menggagas perhelatan akhir tahun ini sebagai momentum rekalibrasi.
Bukan seminar penuh slide warna-warni, tapi forum ngobrol yang membumi.
Menurut Daeng, 2026 bukan tahun untuk gegabah, tapi juga bukan tahun untuk takut-takut.
“Ada peluang, tapi ya harus nyari pintunya,” katanya.
“Di 2026, marketing properti itu bukan cuma soal jualan. Tapi soal memetakan mindset pembeli.”
Kenapa Harus Hadir ke KOPDAR HIPNU? Daeng Menjawab Tanpa Basa-Basi

Kami pancing dengan pertanyaan klasik: “Apa pentingnya acara ini?”
Daeng menjawab tanpa muter-muter:
“Karena pengembang butuh arah. Dan arah itu nggak muncul dari meditasi, tapi dari insight.”
Lalu ia menekankan tiga materi inti yang bakal dibedah:
1. Outlook Properti 2026 – bareng Pak Nurul Yaqin
Analisa pasar dari salah satu tokoh AREBI. Supaya pengembang tahu sektor mana yang beneran prospektif, dan mana yang cuma kelihatannya doang.
2. Solusi Permodalan – bareng tim Weego
Sisi finansial ini krusial.
“Modal itu seperti jodoh: harus dicari dengan cara yang benar,” kata Daeng.
3. Strategi Marketing Properti 2026 – langsung dari Daeng Masiga
Bagian yang paling ditunggu.
“Saya bahas praktikal. Gen Z aja beli rumah susah. Jadi marketing harus adaptif, bukan gimmick.”
Harga Tiketnya? Lebih Santai dari Harga Parkir Mall
Komitmen kehadiran:
- Rp49.000 (20 pendaftar pertama)
- Rp149.000 (setelah kuota awal habis)
- Gratis untuk anggota HIPNU ber-KTA
Acaranya digelar:
20 Desember 2025
09.00 – 15.00 WIB
Pejaten Park Residence – Jakarta
WA pendaftaran: 083857497608 Yazid
“2026 Itu Bukan Ditunggu, Tapi Dijemput.”
Obrolan ditutup dengan kalimat yang terasa seperti wake-up call:
“Kalau pasar lagi pelan, jangan ikut pelan. Ikut adaptif. Yang berubah bukan cuma angka, tapi cara kita main.”
Kalau kamu pengembang yang pengin masuk 2026 dengan kompas yang bener, acara ini bisa jadi titik balik. Karena di dunia properti, yang paling siap biasanya yang paling duluan jalan.
0 Komentar